Access To Drinking Water Supply System In Colonial Cities Of Java, 1900 – 1930s

Authors

  • Artha Nurwandari Gadjah Mada University, Departement of History

Keywords:

Drinking Water, Environment, Inequality, Colonial cities, Java, Indonesia

Abstract

In the 1900s, river water pollution in several cities in colonial Java became a severe crisis due to domestic and industrial waste. River water that was not fit for consumption threatened public health with outbreaks of diseases. For this reason, a policy to provide drinking water through the construction of pipelines, utilizing natural sources such as springs, became necessary. However, this project prioritizes water distribution for the European community rather than the local population, which desperately needs clean water. This research examines how the drinking water systems that exploit springs are not only a solution but also leave long-term impacts on society and the environment in Java cities during the colonial period. This research uses a historical method with an environmental history approach. The results show that drinking water supply infrastructure improved the urban hygienic environment and emphasized social inequality in the community.

References

Achdian, A., Kepada, P., & Ratu, Y. M. (n.d.). Politik Air Bersih: Kota Kolonial, Wabah, dan Politik Warga Kota. Jurnal Sejarah, 3(1), 98–104. https://doi.org/10.26639/js.v3i1.255

Adi, N. K. (2019). Peranan Sungai Kalimas Sebagai Sarana Transportasi Sungai Kota Surabaya Tahun (1900-1952). Avatara, e Journal Pendidikan Sejarah, 7(1).

Aditya Indrawan. (2021). Pelayanan Kesehatan: Dinamika Penyelenggaraan Sarana Kesehatan di Kota Surabaya tahun 1924-1938. AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah, 11(No. 2).

Amini, M. (2024). Clean water supply and urban hygiene control in colonial Semarang, Indonesia. Planning Perspectives, 39(4), 835–851. https://doi.org/10.1080/02665433.2023.2283836

Aradian, E. A. (2018). Pancaragam Surabaya Tempo Dulu: Perjuangan kelas, simbolisme kota dan fluktuasi Ekonomi. Jurnal Sejarah, 1(2), 103–110.

Basundoro. P. (2013). Penghantar Sejarah Kota. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Budiman, H. G. (2022). Perkembangan Sanitasi dan Prasarana Kebersihan di Kota Bandung Awal Abad ke-20. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 12(3), 263–280.

Budiman, H. G., Ariwibowo, G. A., Saptono, N., Widyastuti, E., & Nurani, I. A. (2023). From panchuran to waterleiding: clean water solutions in Colonial Bandung, West Java, Dutch East Indies (1898‒1934). History of Science and Technology, 13(1), 174–200. https://doi.org/10.32703/2415-7422-2023-13-1-174-200

Castles, L. (1966). The Ethnic Profile of Djakarta. Indonesia, 3(4), 153–204.

Danu Ari Prasojo. (2015). Sejarah Kota Ambarawa, 1902-1940. Yogyakarta: Gadjah Mada University.

Hakim, N. M. (2020). Berjuang Menjadi Sehat: Upaya Perbaikan Kesehatan Pada Masa Gemeente Surabaya Hingga Tahun 1940.

H.J Sjouke. (1935). Watenswaardigheden van Magelang 1935.

Howard W, D. (2002). Surabaya, City of Work: A Socioeconomic History, 1900-2000. Athens, Ohio: Ohio University Press, (Monographs in International Studies 106, Southeast Asia Series.).

Jong, F. De, & Wim Ravesteijn. (2009). Technology and Administration The Rise and Development of Public Works in the East Indies. Leiden: KITLV.

Kartoatmodjo, M. M. S. (1983). Arti Air Penghidupan Dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Kartodirdjo, S. (2020). Penghantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional: Vol. Vol.2. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (2015). Beberapa Catatan Sejarah Air Minum Indonesia 1800-2005 Bunga Rampai Perkembangan Air Minum di Indonesia. Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

Kunto, H. (1986). Semerbak Bunga di Bandung Raya. Bandung: Granesia.

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Tiara Wacana.

Lucas, A., & Arief W. Djati. (2000). The Dog is Dead so Throw it in the River: Environmental Politics and Water Pollution in Indonesia: an East Java Case Study. Clayton: Monash Asia Institute.

Miftakhuddin. (2019). Kolonialisme: Eksploitasi dan Pembangunan Menuju Hegemoni (Cetakan Pertama). CV Jejak.

Mulyanto, H. (2022). PERKEMBANGAN KANAL OUD BATAVIA ABAD XVII–XX: TINJAUAN SEJARAH PERKOTAAN. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 12(3). https://doi.org/10.17510/paradigma.v12i3.1175

Mutawally, A. F., Zakaria, M. M., & Falah, M. (2024). Clean Water Supply in Cirebon during Colonial Period (1878-1940). Journal La Sociale, 5(2), 329–341. https://doi.org/10.37899/journal-la-sociale.v5i2.1146

Mutfianti, R. D., & Bambang Soemardiono. (2012). Konsep Penataan Koridor Kalimas Surabaya Berdasarkan Potensi Roh Lokasi (Spririt of Place). Jurnal IPTEK, 12(1).

Nanang, P. (2011). Sourabaya Kampung Belanda di Bantaran Jalur Perdagangan Kalimas. Surabaya: PT Okantara.

Nas, P. J. M. (2007). Kota-Kota di Indonesia: Bunga Rampai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nas, P. J. M. (1989). The Indonesian City: Studies in Urban Development and Planning. Foris Publication.

Nawiyanto, Krisnadi, I., Endrayadi, E. C., Handayani. Sri Ana, Salindri, D., & Kumalasari, I. (2018). Menyelamatkan Nadi Kehidupan: Pencemaran Sungai Brantas dan Penanggulangannya Dalam Perpekstif Sejarah. Journal Patrawidya, 19(3), 223–236.

Primaditya, K. T. (2022a). Modernisasi Kota: Saluran Air Bersih Perpipaan di Jawa Masa Kolonial. Lembaran Sejarah, 17(2), 171. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.73174

Primaditya, K. T. (2022b). Pengelolaan Jaringan Air Bersih di Surakarta Tahun 1918-1942. S2 Thesis, Yogyakarta: Gadjah Mada University.

Ratih, D. (2021). Kota Kolonial Hindia-Belanda 1800-1942: Ditinjau Dari Permasalahan Sejarah Perkotaan. Journal Artefak, 9(1), 47–60.

RM, F. F., & Aflahah. (2019). Kolonialisme dan Nasionalisme dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(1), 10–25.

Stroomberg. J. (2018). Hindia Belanda 1930 (B. Pradana, Ed.). Yogyakarta: IRCiSoD.

Sudarmawan, W., & Basundoro, P. (2013). Aktivitas Gementee Surabaya Tahun 1906-1942. Verleden: Jurnal Kesejarahan, 2(1), 1–10.

Surabaya Post. (n.d.). Kebutuhan dan Idealisme. 19 Maret 1989.

Sutrisno. (2023). Ekologi Politik Air: Privatisasi dan Akses Air Bersih Warga di Kota Semarang. Gadjah Mada University.

Von Faber, G. H. (1931). Oud-Soerabaia. Soerabaia: Kolff.

Wardani, D. T. (2016). Mengabarkan Gerakan: Surat Kabar Anti Kolonialisme 1920- 1926. Kentja Press.

Wertheim, W. F. (1999). Masyarakat Indonesia dalam Transisi: Studi Perubahan Sosial. Yogyakarta: PT Tiara Wacana.

Wibowo. Arief. (2017). Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Watertoren di Kota Magelang Tahun 1916-1926. Journal Student UNY, 2(2), 164–178.

Wihardyanto, D., & Ikaputra. (2019). Pembangunan Permukiman Kolonoal Belanda di Jawa: Sebuah Tinjauan Literatur. National Academic Journal of Architecture, 6 (2), 146–161.

Yusandi, O. S. (2022). Bandoeng Waktoe Itoe - Dari Tepi Citarum ke Sisi Cikapundung. Bandung: Propublic.info.

Downloads

Published

26-12-2024

How to Cite

Artha Nurwandari. (2024). Access To Drinking Water Supply System In Colonial Cities Of Java, 1900 – 1930s . INTERNATIONAL CONFERENCE OF HUMANITIES AND SOCIAL SCIENCE (ICHSS), 119–131. Retrieved from https://programdoktorpbiuns.org/index.php/proceedings/article/view/352